Sempat Buron Lebih Dari 24 Jam, Pelaku Penembakan Kades Jirak Akhirnya Dibekuk Petugas

TANJUNG (eMKa) – Setelah sempat borun lebih dari 24 jam, pelaku penembakan Kepala Desa Jirak, Kecamatan Pugaan, Kabupaten Tabalong atas nama Suriansyah (38), akhirnya berhasil dibekuk petugas kepolisian.

Menurut Kapolres Tabalong, AKBP M Muchdori, pelaku adalah pegawai Kades itu sendiri, HR (33) yang selama ini bekerja sebagai Kasi Pembangunan di Kantor Desa Jirak.

“Pelaku berhasil ditangkap jajaran Reskrim Tabalong bersama Polsek Kalua dirumah orang tuanya di Desa Ampukung RT 01, Kecamatan Kelua, Jum’at (26/06) sekitar pukul 00.30 wita,” ujarnya dalam keterangan pers di halaman Mapolres setempat, Jum’at (26/6).

Motif pembunuhan yang dilakukan HR terhadap atasannya sendiri tersebut, sementara diketahui karena dendam pribadi.

Ia mengatakan, tiga bulan sebelumnya HR diberhentikan korban sebagai aparat desa karena melakukan kesalahan.

“Sakit hati karena diberhentikan, HR menjadi dendam dan gelap mata hingga kemudian melakukan pembunuhan terhadap korban yang mantan atasannya sendiri,” katanya.

Menurut pengakuan pelaku, dirinya sebenarnya  sudah berusaha melupakan masalah tersebut dengan cara mencari pekerjaan ke kota lain.

Namun karena kondisi saat ini dan kemampuan pelaku sendiri kurang mendukung, akhirnya yang bersangkutan kembali ke kampung halamannya.

Kembali ke kampung halaman membuat pelaku sering melihat korban hingga memunculkan kembali dendam dalam hatinya.

Dari sinilah lanjut Muchdori permasalahan antara Kades dan pegawainya ini kembali muncul, dalih-dalih HR dapat melupakan pemecatan yang dilakukan Suriansyah kepada dirinya, namun karena sering melhat korban, dendam kesumat HR pada atasannya ini kembali menghantui.

AKBP M Muchdori menambahkan, berdasarkan keterangan pelaku itulah, akhirnya ditetapkan motif pembunuhan lantaran balas dendam.

“Karena melihat setiap hari, teringat kembali permasalahannya dengan mantan atasannya itu hingga muncul lah niat HR untuk membunuh korban,” tambahnya.

Aksi pembunuhan itu sendiri terjadi pada Rabu (24/6) lalu sekitar pukul 22.00 Wita di jembatan Desa Ampukung, Kecamatan Pugaan.

Korban dibunuh dengan cara ditembak dari jarak dekat menggunakan senapan angin dibagian dada hingga membuatnya tertelungkup di jalan.

Korban meninggal dunia diduga karena luka tembakan pada bagian dada sebelah kiri mengenai organ vital.

Atas perbuatannya,  pelaku dikenakan pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup untuk pasal 340 dan 15 tahun penjara untuk pasal 338. (yie)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*