Hindari Pernikahan Dini, DPPKB Balangan Gelar Sosialisasi Stunting ke Duta GenRe

PARINGIN, (eMKa) – Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan anak terganggu akibat kekurangan nutrisi dalam jangka waktu yang lama. Gizi buruk penyebab stunting pada anak ini bisa diakibatkan gizi buruk pada ibu maupun pada anak dalam masa vital tumbuh-kembangnya.

Guna pencegahan, penanganan dan menjalankan program Nasional terkait Stunting, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana  (DPPKB) Kabupaten Balangan sosialisasikan Stunting melalui duta Generasi Berencana (GenRe).

Melalui Duta GenRe, DPPKB Kabupaten Balangan berharap edukasi terhadap remaja-remaja dapat ditingkatkan dengan informasi dan sosialisasi Kesehatan Reproduksi untuk menghindari Seks PraNikah, Pernikahan Dini, serta menghindari bahaya Stunting.

Ernawati, Kepala Bidang (Kabid) Keluarga Berencana (KB) DPPKB Kabupaten Balangan, Kamis (19/11/20). Mengatakan, melalui pendekatan secara sebaya menurutnya lebih efektif dan efisien dilakukan.

“Melalui usia sebaya, biasanya anak muda atau remaja lebih mudah untuk mengatakan permasalahannya, melalui pergaulan dengan remaja yang baik, diharapkan mampu memberikan solusi yang baik pula, tetapi sebaliknya jika memberikan curahan hati mereka kepada orang yang salah,” ucap Ernawati.

Kemarin, Rabu (18/11), Di aula DPPKB, para duta GenRe dibekali tentang kesehatan reproduksi bagi remaja. Terkait dengan hal Stunting ialah usia pernikahan yang layak bagi reproduksi mereka.

Usia yang telah siap menikah adalah, 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki, memiliki potensi kurangnya terkena bahaya Stunting, dan sebaliknya jika kurang dari usia tersebut khususnya perempuan memiliki bahaya stunting yang lebih besar.

Jika menikah dibawah usia 21 tahun bagi perempuan kami menganjurkan untuk menunda dulu punya anak dengan menggunakan alat kontrasepsi seperti pil atau suntikan, menikah dibawah usia 21 tahun,  organ tubuh wanita tersebut belum siap untuk dibuahi atau mengandung.

“Kalau pria sendiri kenapa kami menghimbau untuk usia 25, diharapkan sudah memiliki pemikiran yang siap dan lebih dewasa, sehingga mampu untuk menghidupi keluarganya, serta kecukupan khusus gizi pada anak dapat terpenuhi,” tambahnya.

Nantinya melalui duta GenRe mereka akan mensosialisasikan terkait Stunting ini di lingkungan masyarakat.

DPPKB Balangan juga menghimbau bagi anak muda yang ingin menikah muda agar bisa mematangkan usianya sehingga semua nya telah siap.

Sementara itu Liha, Duta Genre 2019 menyampaikan, teman sebaya lebih berpengaruh dalam sikap dan perilaku remaja saat ini.

“Anak remaja jauh lebih senang curhat kepada teman sebayanya, ketimbang orang tua. Karena kalau ke orang tua biasanya mereka takut, atau malu untuk mengungkapkannya,” pungkas Liha.

Nantinya melalui duta GenRe dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-Remaja)  DPPKB Kabupaten Balangan, dapat mengedukasi remaja khususnya tentang bahaya stunting.  Diharapkan melalui peranan Duta Genre, mampu mengurangi angka stunting di Kabupaten Balangan. (dri)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*