Pembangunan Desa Terpencil di Tabalong Terkesan Lambat, Firman Yusie: Pemprov Harus Backup Pemkab Tabalong

TANJUNG (eMKa) – Anggota DPRD Kalsel, Firman Yusi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalsel 5 (Tabalong, HSU dan Balangan) berharap Pemerintah Provinsi ambil peran dalam percepatan pembangunan di daerah perbatasan.

Hal ini disampaikannya seusai mengunjungi Desa Dambun dan Desa Hegarmanah, Kecamatan Bintang Ara, Kabupaten Tabalong yang merupakan daerah perbatasan antara Kalimantan Selatan dengan Kalimantan Tengah, Minggu (12/9/2021).

“Kebetulan saya sedang ada agenda komisi di Tanjung dan mendapat informasi kawan-kawan OPD bersama  organisasi relawan dan pemuda ada kegiatan di dua desa itu, jadi saya memutuskan bergabung,” bebernya.

Sudah bukan rahasia umum kalau kedua desa itu letaknya cukup terpencil dengan akses jalan yang memprihatinkan.

Dari Kota Tanjung, untuk mencapai lokasi dua desa tersebut membutuhkan waktu antara 3 – 4 jam perjalanan. Itupun jika dilakukan dengan kendaraan khusus berpenggerak 4 roda (4×4).

Desa Dambung dan Hegarmanah merupakan daerah perbatasan Provinsi Kalsel dengan Kalteng. Karenanya sangat penting kontribusi Pemprov Kalsel dalam percepatan pembangunannya.

Dua hari berada di desa ini tepatnya pada tanggal 10 dan 11 September 2021 ini tidak disia-siakan oleh Sekretaris Fraksi PKS.

“Dua hari di berada di dua Desa terpencil Tabalong ini saya sempat berdialog dengan tokoh adat dan warga setempat, yang pada prinsipnya warga memerlukan percepatan, khususnya pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, pelayanan kesehatan yang lebih baik dan pelayanan pendidikan,” tambahnya.

Sedangkan jalan dan jembatan, informasinya proses pinjam pakai kawasan, karena ada di kawasan hutan, sudah selesai, jadi segera bisa dibenahi.

“Agar mempercepatnya saya kira jangan hanya dibebankan kepada Pemkab Tabalong, namun harus dibantu oleh Pemprov Kalsel, saya berharap Pemkab dan Pemprov segera berkoordinasi,” ujarnya lagi.

Fasilitas pendidikan, warga mengusulkan dibangun SMK baru. “Beberapa waktu lalu ada kelas jauh SMAN 1 Bintang Ara, namun seiring waktu, tidak lagi bisa diselenggarakan. Karenanya warga berharap ada pembangunan SMK baru dan warga telah bersedia menghibahkan lahan sesuai kebutuhan pembangunan SMK, keinginan sekolah tinggi, namun terkendala jarak dan infrastruktur,” bebernya.

Sementara bidang kesehatan yang paling penting saat ini adalah tersedia ambulan berpenggerak 4 x 4 untuk menyesuaikan kondisi medan saat ini.

“Ambulan di lokasi belum ada, dalam keadaan darurat, sulit merujuk pasien. Yang diperlukan yang 4 x 4 agar tidak ada masalah dengan kondisi infrastruktur,” imbuhnya.(yie).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*